Skip to main content

Posts

Perbedaan lafadz musta'mal dan muhmal

  Bayangkan seorang guru ilmu mantik bertanya kepada muridnya, “Apa makna kata buku?” Murid menjawab dengan percaya diri, “Sesuatu untuk dibaca, Ustaz!” Guru pun mengangguk. Lalu, guru bertanya lagi, “Kalau estengklek?” Murid terdiam, menggaruk kepala, lalu menjawab, “Mungkin nama penyakit, Ustaz?” Seketika kelas tertawa. Nah, dari ilustrasi sederhana ini, kita bisa mulai memahami perbedaan antara lafaz musta‘mal dan lafaz muhmal. Dalam ilmu mantik, tidak semua rangkaian bunyi otomatis memiliki makna. Ada lafaz yang digunakan dalam suatu bahasa, ada pula yang tidak memiliki penggunaan dalam bahasa tersebut. 1. Pengertian Musta‘mal Secara sederhana, musta‘mal ialah lafaz yang digunakan dalam suatu bahasa dan memiliki makna berdasarkan penggunaan bahasa tersebut. Dengan kata lain, lafaz ini bukan sekadar bunyi yang keluar dari mulut, tetapi memiliki makna yang dapat dipahami oleh orang yang menguasai bahasa bersangkutan. Contohnya ialah kata buku, rumah, pohon, dan manusia dalam baha...

Lafadz dan klasifikasinya

  Sebenarnya lafadz bukanlah objek pembahasan dari pada ilmu mantik. Karena fungsi dari disiplin ilmu mantik - sebagaimana yang telah kita ketahui- ialah menjaga pikiran agar dalam proses berpikir tidak jatuh ke dalam jurang kesalahan. Dan ranah daripada berpikir itu sendiri ialah makna bukan lafadz. Nah, karena fungsi dari ilmu mantik ialah menjaga pikiran dan ranah berpikir ialah makna. Maka yang di bahas di dalam ilmu mantik ialah tentang makna-makna bukan tentang lafadz-lafadz. Namun, untuk mampu mengungkapkan dan menangkap sebuah makna dibutuhkanlah pemahaman yang baik dan benar terkait dengan dunia lafadz. Karena lafadz lah alternatif yang paling efektif sebagai dalalah (penunjuk) terhadap makna yang ada di dalam hati. Nah, karena dua alasan inilah manatiqah akhirnya membuat satu pembahasan khusus tentang lafadz yang dikenal dengan mabahisul alfhadz di dalam disiplin ilmu logika. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah apa itu lafadz? Secara sederhana lafadz ini bisa...

LOGIKA SETAN VS LOGIKA TUHAN

  "Kalau kami tidak memamerkan kecantikan, kemolekan tubuh dan pakaian yang serba terbuka, mana ada orang yang mau menonton dan melihat konten kami hari ini, hidup ini kan butuh uang, uang memang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang. Kami kan tidak mencuri, tidak merampok, tidak ganggu orang lain, cuma pakek pakaian yang agak terbuka aja, inipun untuk memenuhi kebutuhan hidup, gak lebih dari itu. Kalau kami gak punya uang, terus kami mau makan apa?" Bangunan logika seperti ini sudah tidak jarang lagi kita dengar, malah sudah jadi biasa, bahkan tidak nampak lagi bahwa ini merupakan sebuah kesalahan saking sudah biasanya. Inilah yang kita namakan dengan LOGIKA SETAN. Mengapa begitu? Jelas, karena  logika yang dibangun sampe segitunya hanya untuk  dalil pembenaran terhadap sesuatu yang  salah dan jelas dilarang oleh Allah SWT dan rasulnya.  Mengapa mindset kita hari ini tidak kita putar dan balik, misalnya "kita harus menutup aurat, apalagi kita sebagai wanita...

Dua dimensi dalam ilmu logika

Pernahkah anda melihat seseorang wanita, lalu seorang wanita itu terbayang-bayang di dalam  pikiran anda? Ya. Tentu pernah. Yakni, disaat anda melihat seorang wanita, - apalagi seorang yang anda cintai - tentu gambaran wanita tersebut akan selalu hadir dalam pikiran anda, dimana pun, kapanpun tanpa mengenal ruang dan waktu. Oke. Ilustrasi sederhana ini akan sedikit memberi kejelasan tentang dua dimensi atau dua ruang yang sering diulang-ulang di dalam kajian ilmu mantik. Ruang yang pertama diistilahkan dengan al-Kharij (alam luar), dan yang kedua adalah az-Zihn (alam nalar). Wanita dengan segala ciri-ciri yang ia miliki yang anda lihat dengan mata kepala anda merupakan wanita yang berada fil kharij (alam luar).  Sedangkan gambaran wanita yang hadir didalam pikiran anda ialah wanita yang berada fizzihni (alam nalar). Dan sebagai catatan, segala sesuatu yang berada  fil kharij atau fizzihni keduanya masih digolongkan kedalam maujud yakni sesuatu yang ada. ...

Perlukah mempelajari Ilmu Mantik?

Maju atau mundur bahkan hancurnya suatu peradaban masyarakat sangat tergantung dari benar atau salah pola pikir dari masyarakat itu sendiri. Mulai dari sebuah pemikiran dilanjutkan dengan tindakan dan diakhiri dengan sebuah peradaban.  Apalagi diera yang serba digital ini, media sosial dijadikan sebagai tempat berternaknya kebencian, caci-maki,sumpah-serapah bahkan vonis yang sangat sensitif pun terasa begitu mudah terucap seolah tidak ada beban, seperti sesat, bida’h, thagut, kafir, murtad dan lain sebagainya. Hal semacam ini biasanya muncul dari sikap ketergesa-gesaan dalammenghukumi sebelum diawali oleh proses pemahaman yang benar terhadap konsep maudhu ’ (subjek), mahmul (predikat) dan juga nisbah (relasi) dari suatu qadhiyyah (proposisi).   Sampai sekarang masih ada kelompok-kelompok yang menvonis pemerintah yang sah –Indonesia misalnya- dengan predikat thagut sehingga sah untuk diperangi dan halal darahnya . Sungguh miris. Tetapi disaat kita tanyaka...

Sejarah singkat Ilmu mantik

Kalau orang Arab memilki kecenderungan dalam sastra, maka orang Yunani mempunyai perhatian besar dalam berdialog dan berdebat. Munculnya kegiatan ini diawali oleh mempertanyakan tentang sesuatu dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar yaitu Apa ( What )? bagaimana ( how )? kenapa atau untuk apa ( why )? Sebelum filsafat hadir pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan diberi jawaban berdasarkan mitos bukan ilmiah. Misalnya kenapa terjadi banjir, gunung meletus, gempa? Maka, diberi jawaban secara mitologi yaitu karena dewa-dewa telah menghentakkan kakinya ke bumi. Kenapa bumi gelap di waktu malam? Karena telah digenggam oleh dewa-dewa raksasa. Kenapa turun hujan? Karena dewa sedang menangis melihat tingkah laku umat manusia. Pungoe keun ? Ya, jeulah pungoe lah.  Jawaban yang seperti ini sama sekali tidak logis dan rasional, karena tidak didasari dari logika dan penelitian ilmiah yang akhirnya bertumpu pada halusinasi semata. Dengan hadirnya filsuf-filsuf besar dari Yunani ...

Ta'rif bir rasm dari ilmu mantik (definisi deskriptif)

   Sesudah kita mengetahui penjelasan tentang ta’rif had dari ilmu mantik, sekarang kita akan memasuki tentang definisi rasm dari ilmu mantik itu sendiri. Jadi, definisi rasm dari ilmu mantik ialah: "undang-undang (peraturan-peraturan) apabila diaplikasikan undang-undang tersebut dalam setiap proses berpikir, maka hasil pemikiran akan selamat dari kesalahan dan kekeliruan". Maka, dapat dipahami dari definisi ini bahwa untuk mendapatkan hasil dari belajar ilmu mantik tidak memada hanya dengan sekedar menghafal dan memahami kaedah-kaedah yang tersaji di dalam ilmu logika saja, tetapi juga dibutuhkan kepada pengaplikasian atau praktek dalam kehidupan sehari-hari.  Oke! Dari definisi ini jelas bahwa dia itu lebih fokus pendefinisiannya kepada manfaat dan tujuan dari mempelajari ilmu mantik bukan ruang lingkupnya yang berupa tasawwur dan tashdiq. Jadi, di dalam ilmu mantik anda akan disuguhkan dengan berbagai kaedah-kaedah, jikalau kaedah tersebut anda patuhi dalam pro...