Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Opini

Mode bertahan

Tidak semua wajah yang cerah adalah tanda hati yang tenang. Kadang di balik senyum yang tampak kuat dan stabil ada luka yang sengaja ditutupi agar tidak terlihat. Manusia modern hidup dengan beban yang berbeda: tekanan sosial, perbandingan yang terus-menerus, tuntutan hasil yang instan dan arus informasi yang tak pernah berhenti. Semua itu membuat seseorang lupa arah, kehilangan fokus, dan bingung dengan apa yang sebenarnya sedang ia jalani. Kita merasa kalah dalam perjalanan, kecewa dengan hasil yang terlambat datang, merasa tertinggal dari orang lain, kehabisan semangat dan kesulitan menjaga konsistensi. Ini sudah menjadi penyakit umum yang menyebar diam-diam tanpa gejala fisik, tapi menghancurkan ketenangan batin. Selama tidak ada kesadaran atau cara mengobatinya, hati tetap akan terpenjara meski tubuh bebas bergerak ke mana saja. Jika ingin menilai keadaan hati kita saat ini, tidak perlu melihat hal yang besar,  cukup perhatikan bagaimana kita bereaksi ketika masalah datang. Ap...

Tarim antara fanatik dan ilmu

  Niat baik bisa saja berakibat fatal apabila berlandaskan kepada fanatik bukan kepada ilmu. Menisbatkan suatu perkataan kepada Rasulullah saw dengan tujuan agar orang lain menjadi "baik" padahal Rasulullah saw tidak pernah berkata demikian, maka fal yatabawwak maqa'dahu min an-nar yakni telah disediakan tempatnya di neraka.  Sebelum saya berangkat ke Tarim, ada oknum penceramah yang mengatakan bahwa kalau wanita di Tarim itu seumur hidup cuma tiga kali saja keluar rumah, yang pertama ketika masih kecil keluar bersama orang tuanya, kedua ketika menikah keluar dari rumah orang tua ke rumah suaminya, ketiga saat mereka meninggal di bawa ke kuburannya.  Tetapi pas saya berada di Tarim, faktanya sungguh berbalik. Saya melihat dengan kepala saya sendiri bahwa ada kok wanita Tarim yang keluar rumah seperti pergi ke sekolah, ziarah, belanja dan lain-lain. Terus yang katanya cuma tiga kali keluar rumah itu dimana? Jawabannya itu hanyalah fiktif belaka bukan sebuah fakta.  Na...

"Filosofi "dang-dang

                Sebagai makhluk yang bersifat baharu tentu kita hidup dengan mengalami sekian banyak perubahan. Mulai dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi remaja, dari remaja menjadi dewasa, dari dewasa hingga pada akhirnya mati pun tiba.     Perubahan yang terjadi bukan hanya dari segi keberadaan. Tapi juga status sosial, ekonomi, intelektual, penampilan, asmara, dan lain sebagainya. Orang yang anda lihat sekarang miskin belum tentu dia miskin untuk selamanya. Orang yang anda lihat sekarang kaya berpotensi untuk miskin pada saatnya tiba.  Orang yang anda anggap sekarang hina bisa jadi dia lebih mulia dari anda suatu hari. Orang yang mulia hari ini tidak tertutup kemungkinan hina sehina-hinanya suatu saat. Orang yang anda anggap bodoh hari ini bisa jadi lebih pintar dari anda suatu saat. Orang yang pintar hari ini bisa jadi goblok pada saatnya. Wanita yang hari ini cantik pasti pada saatnya kecantikan tersebut ...