Skip to main content

Posts

LOGIKA SETAN VS LOGIKA TUHAN

  "Kalau kami tidak memamerkan kecantikan, kemolekan tubuh dan pakaian yang serba terbuka, mana ada orang yang mau menonton dan melihat konten kami hari ini, hidup ini kan butuh uang, uang memang bukan segalanya tapi segalanya butuh uang. Kami kan tidak mencuri, tidak merampok, tidak ganggu orang lain, cuma pakek pakaian yang agak terbuka aja, inipun untuk memenuhi kebutuhan hidup, gak lebih dari itu. Kalau kami gak punya uang, terus kami mau makan apa?" Bangunan logika seperti ini sudah tidak jarang lagi kita dengar, malah sudah jadi biasa, bahkan tidak nampak lagi bahwa ini merupakan sebuah kesalahan saking sudah biasanya. Inilah yang kita namakan dengan LOGIKA SETAN. Mengapa begitu? Jelas, karena  logika yang dibangun sampe segitunya hanya untuk  dalil pembenaran terhadap sesuatu yang  salah dan jelas dilarang oleh Allah SWT dan rasulnya.  Mengapa mindset kita hari ini tidak kita putar dan balik, misalnya "kita harus menutup aurat, apalagi kita sebagai wanita...

Dua dimensi dalam ilmu logika

Pernahkah anda melihat seseorang wanita, lalu seorang wanita itu terbayang-bayang di dalam  pikiran anda? Ya. Tentu pernah. Yakni, disaat anda melihat seorang wanita, - apalagi seorang yang anda cintai - tentu gambaran wanita tersebut akan selalu hadir dalam pikiran anda, dimana pun, kapanpun tanpa mengenal ruang dan waktu. Oke. Ilustrasi sederhana ini akan sedikit memberi kejelasan tentang dua dimensi atau dua ruang yang sering diulang-ulang di dalam kajian ilmu mantik. Ruang yang pertama diistilahkan dengan al-Kharij (alam luar), dan yang kedua adalah az-Zihn (alam nalar). Wanita dengan segala ciri-ciri yang ia miliki yang anda lihat dengan mata kepala anda merupakan wanita yang berada fil kharij (alam luar).  Sedangkan gambaran wanita yang hadir didalam pikiran anda ialah wanita yang berada fizzihni (alam nalar). Dan sebagai catatan, segala sesuatu yang berada  fil kharij atau fizzihni keduanya masih digolongkan kedalam maujud yakni sesuatu yang ada. ...

Perlukah mempelajari Ilmu Mantik?

Maju atau mundur bahkan hancurnya suatu peradaban masyarakat sangat tergantung dari benar atau salah pola pikir dari masyarakat itu sendiri. Mulai dari sebuah pemikiran dilanjutkan dengan tindakan dan diakhiri dengan sebuah peradaban.  Apalagi diera yang serba digital ini, media sosial dijadikan sebagai tempat berternaknya kebencian, caci-maki,sumpah-serapah bahkan vonis yang sangat sensitif pun terasa begitu mudah terucap seolah tidak ada beban, seperti sesat, bida’h, thagut, kafir, murtad dan lain sebagainya. Hal semacam ini biasanya muncul dari sikap ketergesa-gesaan dalammenghukumi sebelum diawali oleh proses pemahaman yang benar terhadap konsep maudhu ’ (subjek), mahmul (predikat) dan juga nisbah (relasi) dari suatu qadhiyyah (proposisi).   Sampai sekarang masih ada kelompok-kelompok yang menvonis pemerintah yang sah –Indonesia misalnya- dengan predikat thagut sehingga sah untuk diperangi dan halal darahnya . Sungguh miris. Tetapi disaat kita tanyaka...

Sejarah singkat Ilmu mantik

Kalau orang Arab memilki kecenderungan dalam sastra, maka orang Yunani mempunyai perhatian besar dalam berdialog dan berdebat. Munculnya kegiatan ini diawali oleh mempertanyakan tentang sesuatu dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar yaitu Apa ( What )? bagaimana ( how )? kenapa atau untuk apa ( why )? Sebelum filsafat hadir pertanyaan-pertanyaan semacam ini akan diberi jawaban berdasarkan mitos bukan ilmiah. Misalnya kenapa terjadi banjir, gunung meletus, gempa? Maka, diberi jawaban secara mitologi yaitu karena dewa-dewa telah menghentakkan kakinya ke bumi. Kenapa bumi gelap di waktu malam? Karena telah digenggam oleh dewa-dewa raksasa. Kenapa turun hujan? Karena dewa sedang menangis melihat tingkah laku umat manusia. Pungoe keun ? Ya, jeulah pungoe lah.  Jawaban yang seperti ini sama sekali tidak logis dan rasional, karena tidak didasari dari logika dan penelitian ilmiah yang akhirnya bertumpu pada halusinasi semata. Dengan hadirnya filsuf-filsuf besar dari Yunani ...

Ta'rif bir rasm dari ilmu mantik (definisi deskriptif)

   Sesudah kita mengetahui penjelasan tentang ta’rif had dari ilmu mantik, sekarang kita akan memasuki tentang definisi rasm dari ilmu mantik itu sendiri. Jadi, definisi rasm dari ilmu mantik ialah: "undang-undang (peraturan-peraturan) apabila diaplikasikan undang-undang tersebut dalam setiap proses berpikir, maka hasil pemikiran akan selamat dari kesalahan dan kekeliruan". Maka, dapat dipahami dari definisi ini bahwa untuk mendapatkan hasil dari belajar ilmu mantik tidak memada hanya dengan sekedar menghafal dan memahami kaedah-kaedah yang tersaji di dalam ilmu logika saja, tetapi juga dibutuhkan kepada pengaplikasian atau praktek dalam kehidupan sehari-hari.  Oke! Dari definisi ini jelas bahwa dia itu lebih fokus pendefinisiannya kepada manfaat dan tujuan dari mempelajari ilmu mantik bukan ruang lingkupnya yang berupa tasawwur dan tashdiq. Jadi, di dalam ilmu mantik anda akan disuguhkan dengan berbagai kaedah-kaedah, jikalau kaedah tersebut anda patuhi dalam pro...

"Filosofi "dang-dang

                Sebagai makhluk yang bersifat baharu tentu kita hidup dengan mengalami sekian banyak perubahan. Mulai dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi remaja, dari remaja menjadi dewasa, dari dewasa hingga pada akhirnya mati pun tiba.     Perubahan yang terjadi bukan hanya dari segi keberadaan. Tapi juga status sosial, ekonomi, intelektual, penampilan, asmara, dan lain sebagainya. Orang yang anda lihat sekarang miskin belum tentu dia miskin untuk selamanya. Orang yang anda lihat sekarang kaya berpotensi untuk miskin pada saatnya tiba.  Orang yang anda anggap sekarang hina bisa jadi dia lebih mulia dari anda suatu hari. Orang yang mulia hari ini tidak tertutup kemungkinan hina sehina-hinanya suatu saat. Orang yang anda anggap bodoh hari ini bisa jadi lebih pintar dari anda suatu saat. Orang yang pintar hari ini bisa jadi goblok pada saatnya. Wanita yang hari ini cantik pasti pada saatnya kecantikan tersebut ...

Apa itu ilmu mantik (logika)?

  Bagi santri yang baru menginjak kelas tiga di dayah pada umumnya baru berkenalan dengan disiplin ilmu mantik (logika). Karena, secara kurikulum, ada dua disiplin ilmu yang belum ada di kelas sebelumnya yang di tambah disaat naik kelas tiga. Yang pertama ushul fiqh, dan yang kedua ilmu mantik (logika). Terhadap apa itu ilmu mantik, seorang santri sudah diberi sedikit bayangan oleh abang letingnya mengenai sedikit gambaran, urgensi, dan materi-materi di dalam kajian disiplin ilmu mantik tersebut. Sehingga, kebingungan-kebingungan tentang disiplin ilmu ini sedikit berkurang. Namun, santri yang mempunyai semangat tinggi masih juga merasakan penasaran tentang seluk-beluk dunia ilmu mantik (logika). Karena memang belum memasuki ke dalam ruang dimensi ilmu logika. Nah, disini penulis juga ingin memberi sedikit gambaran terhadap "apa sih itu ilmu mantik? Santri yang belum mereguk indahnya taman logika, tentu mempunyai gambaran yang berbeda-beda terhadap ilmu ini, yang terkad...