Secara bahasa murakkab ialah yang tersusun. Sedangkan secara istilah murakkab ialah suatu lafadz yang bagiannya menunjuki kepada makna. Seperti “Salmawati ialah seorang wanita pedagang telur puyuh”. Lafadz ini tersusun dari beberapa kata. Yaitu Salmawati, ialah, seorang, wanita, pedagang, telur, dan terakhir ialah puyuh, dan setiap kata dari kalimat ini menunjuki kepada makna.
Maka, karena lafadz ini tersusun dari beberapa kata dan setiap katanya menunjuki kepada makna. Maka, lafadz ini dinamakan dengan murakkab di dalam perspektif ilmu mantik. Selanjutnya lafadz murakkab di dalam ilmu mantik di bagi kepada beberapa macam dilihat dari berbagai sudut pandang. Yang pertama ialah murakkab tam.
Apa itu murakkab tam?
Secara bahasa murakkab tam ialah murakkab yang sempurna. Sedangkan secara istilah murakkab tam ialah kalimat yang tersusun secara sempurna yang mana si sami’ (pendengar) bisa mengambil faedah dari kalimat tersebut begitu si mutakallim (pembicara) diam, seperti “kota tarim ialah kota seribu wali”.
Anda sebagai pendengar tentu bisa langsung menangkap apa faedah dari susunan lafadz tersebut disaat si mutakallim menghentikan pembicaraannya sampai disitu, yaitu menegaskan bahwa tarim tersebut ialah kota yang sangat banyak para wali.
Dan yang kedua ialah murakkab naqish.
Apa itu murakkab naqish?
Secara bahasa murakkab naqish ialah murakkab yang kurang (tidak sempurna)
Sedangkan secara istilah murakkab naqish ialah murakkab yang masih kurang susunannya sehingga disaat mutakallim diam dari pembicarannya, si sami’ belum bisa menangkap apa faedah dari uraian kata yang disampaikan oleh mutakallim.
Seperti ketika itu, jika engkau, disaat kamu, walaupun dirimu tak bersayap, rumah kosong, mawar merah dan lain-lain. Nah, apa faedah yang bisa anda tangkap dari beberapa contoh diatas? Ya, tidak ada. Kenapa? Karena memang susunannya belum lengkap. Berbeda halnya jika anda sempurnakan kalimat diatas, seperti “jika engkau setia, maka aku akan memperjuangkanmu hingga titik darah yang terakhir”.
Uraian kalimat seperti ini tentu sudah sempurna, sehingga si sami’ bisa langsung menangkap apa faedah dari kalimat ini. Karena itu dia dinamakan dengan murakkab tam.
Kesimpulannya ialah murakkab tam ialah kalimat yang susunannya sudah sempurna. Sedangkan murakkab naqish ialah kalimat yang belum sempurna susunannya.
Yang ketiga dan keempat ialah murakkab khabary dan insyai (keduanya merupakan bagian dari murakkab tam)
Apa itu murakkab khabary dan insyai?
Secara mudah kalau khabary ialah murakkab yang berupa informasi sehingga ada padanya kemungkinan benar dan salah, seperti “MOU antara GAM DAN TNI di laksanakan di Helsinki, Finlandia”. Murakkab seperti ini ialah berupa informasi atau berita yang memang dimungkinkan dia itu benar atau salah dilihat dari diri informasi itu sendiri.
Berbeda halnya dengan insyai yang tidak dimungkinkan padanya benar atau salah, karena dia itu bukan berupa informasi, tapi hanya suatu pengandaian, tuntutan dan lain-lain, seperti “andaikan kau tau rasa sayangku melebihi rasa sakit ini”. Murakkab seperti ini bukanlah berupa informasi yang berpotensi benar atau salah, tapi hanya suatu pengandaian saja.
Kesimpulannya murakkab khabary punya potensi benar atau salah sedangkan murakkab insyai tidak berpotensi benar atau salah.
Dua yang terakhir yaitu kelima dan keenam ialah murakkab naqish taqyidy dan murakkab naqish ghairy taqyidy (keduanya bagian dari murakkab naqish).
Apa itu murakkab naqish taqyidy dan murakkab naqish ghairy taqyidy?
Untuk lebih mudahnya begini, murakkab naqish apabila kalimat yang kedua merupakan qayid (pengikat) bagi kalimat yang pertama, maka murakkab tersebut dinamakan dengan murakkab naqish taqyidy seperti cinta pertama, mawar merah, daun hijau dan lain-lain. Tiga contoh ini jelas bahwa kalimat yang kedua, yakni kata “pertama”, “merah” dan “hijau” merupakan qayid bagi kalimat pertama, sehingga tiga fungsi dari qayid berlaku pada tiga kalimat tersebut.
Sedangkan apabila kalimat yang kedua bukan merupakan qayid bagi yang pertama, tetapi dia itu tersusun dari kalimat (fi'il dalam ilmu nawu) dan adat (huruf dalam ilmu nahwu) atau tersusun dari isem dan adat . Seperti pergi ke, pulang dari, didalam rumah, dengan mobil dan lain-lain, maka dinamakan dengan murakkab naqish ghair taqyidy.
Inilah enam klasifikasi dari lafadz murakkab beserta definisinya masing-masing.
Wallahu a'lam.
.jpeg)
Comments
Post a Comment